Langsung ke konten utama

Praktikum ke-3

Kamis, 19 Oktober 2017 – Praktikum ke-3 kali ini merupakan realisasi dari perhitungan mix design pada praktikum sebelumnya. Praktikum ini bertujuan membuat 6 silinder beton K-225 yang nantinya akan diuji pada usia beton 7, 14, dan 28 hari.

Tujuan 
Membuat 6 buah beton silinder untuk pengujian pada usia 7,14 , dan 21 hari .

Langkah Praktikum:

Langkah1:
Pertama-tama kami mengambil bahan-bahan dasar untuk membuat beton yang telah tersedia di lab berupa semen, air, agregat kasar, dan agregat halus sesuai dengan data yang telah dihitung sebelumnya yaitu:
  • Semen: 13,65 kg
  • Air: 9,6 kg 
  • Agregat Kasar: 36,2 kg
  • Agregat Halus: 35,2 kg


Langkah 2:
Campurkan semua bahan yang ada kedalam molen satu persatu. Pada proses ini kami dibantu oleh teknisi lab. Kemudian setelah semua bahan tercampur, hitung nilai slump dari campuran beton.
  • Didapatkan nilai slump: 100 mm


Langkah 3:
Campuran saat ini siap dimasukkan ke cetakan beton, namun sebelum campuran beton dimasukkan terlebih dahulu cetakan beton diolesi sedikit oli agar nantinya ketika telah mengeras beton tidak sulit dikeluarkan dari cetakan. Setelah cetakan diolesi oleh oli barulah campuran beton segar dimasukkan ke dalam cetakan.



Langkah 4:
Sembari memasukkan campuran beton kedalam cetakan, campuran digetarkan dengan vibrator. Hal ini bertujuan agar tidak ada rongga-rongga udara di dalam cetakan.



Langkah 5:
Setelah campuran beton sudah dimasukkan ke cetakan dan di vibrasi, beton harus ditunggu 1 hari untuk setelahnya di curing di dalam air (kondisi lembab).


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BORMA DAGO

Borma Dago Swalayan Serbaguna yang berlokasi di Jalan Ir. Juanda no.348 ini merupakan salah satu tempat yang terkenal di kalangan mahasiswa dan penduduk Bandung. Lokasi yang strategis dan menyediakan barang yang amat lengkap membuatnya diminati masyarakat. Dari segi konstruksi, bangunan tempat Borma beroperasi cukup besar dan kokoh, bangunan tiga lantai ini 40% terdiri dari baja ringan meliputi rangka atap, tiang-tiang penyangga, dan sebagian interior depan, kemudian 50% beton yang meliputi tembok dan tiang-tiang dalam, lalu 10% bahan bangunan lainnya seperti keramik, kaca dan kayu. Baja ringan dan beton sebagai bahan bangunan sering kita jumpai diberbagai bangunan, tak hanya di Borma Dago. Berikut proses pembuatan dari baja ringan dan beton: Bahan Dasar Dan Metode Pembentukan Baja Ringan yang Super Kuat A. Bahan Dasar Baja Ringan Bahan dasar yang digunakan untuk pembuatan baja ringan adalahCarbon Steel, Carbon Steel adalah baja yang terdiri d...

Korosi pada Beton Bertulang

Korosi pada Beton Bertulang Baja tulangan di dalam beton   Baja tulangan di dalam beton berada dalam lingkungan bersifat basa kuat dengan nilai ± pH  12,5. Keadaan ini disebabkan karena beton mengandung 20 – 30 persen Kalsium Dihidrosida (Ca(OH)2), sebagian berupa larutan jenuh Ca(OH)2 di dalam beton, sebagian mengendap berupa kristal Ca(OH)2 di dalam beton. Lingkungan basa kuat ini memberikan perlindungan terhadap baja tulangan di dalam beton dari serangan korosi karena baja tulangan di dalam lingkungan basa kuat menjadi pasif.   Korosi baja tulangan   Korosi baja tulangan adalah reaksi kimia atau elektro kimia antara baja tulangan dengan lingkungannya.  Secara umum reaksi tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut :   Reaksi Anodik :   Fe → Fe ++ + 2e -    H2O → H+ + OH - Fe ++ + OH - → Fe(OH) 2   4Fe(OH) 2   +  O 2    +   H 2 O →  4 Fe(OH) 3 [karat]    ...